Kajian Evaluasi Kelayakan Bangunan Gedung PLN UPL Praya

Authors

  • Muhammad Taqiudin Universitas Bima Internasional MFH
  • Yuliani Budi Permata Sari Universitas Internasional BIMA MFH
  • Faeruzza Athiya Universitas Internasional BIMA MFH
  • Dunung Waskito Aji Universitas Internasional BIMA MFH
  • Lalu Sulthonul Azmi Universitas Internasional BIMA MFH

DOI:

https://doi.org/10.59024/jnb.v4i2.725

Keywords:

Building Construction, Building Feasibility Evaluation, Building Safety, PLN ULP Praya, Structural Damage

Abstract

A building feasibility evaluation study is an important step to ensure the safety, comfort, and sustainability of building functions, especially in public service facilities. This activity was carried out at the PLN ULP Praya office building, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara, which has been operating since 1985. The purpose of this study was to determine the level of building feasibility based on structural, architectural, utility, safety, and health aspects of the building. The methods used included visual inspection, field measurements, hammer tests, and analysis of the condition of building elements based on building feasibility inspection standards. The inspection results showed that the building suffered severe damage characterized by foundation subsidence, large cracks in the walls, reinforcement corrosion, concrete peeling, and damage to the roof frame. The structural strength value obtained was below the construction feasibility standard so that the building was declared structurally unfit for function. Although several supporting aspects such as lighting, drainage, and sanitation systems still functioned quite well, the damaged condition of the main structure has the potential to endanger the safety of users. Therefore, rebuilding the building structure is recommended as the safest solution to ensure the safety, stability, and sustainability of the building's function in the future.

References

Asroni, A. (2017). Struktur beton bertulang. Graha Ilmu.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019: Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019: Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 1727:2020: Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Badan Standardisasi Nasional.

Dipohusodo, I. (2016). Manajemen proyek dan konstruksi. Kanisius.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2018). Pedoman pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pemerintah Republik Indonesia.

Pribadi, K. S. (2018). Evaluasi dan rehabilitasi bangunan gedung. ITB Press.

Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Sekretariat Negara.

Setiawan, A. (2020). Perencanaan struktur beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019. Erlangga.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Muhammad Taqiudin, Yuliani Budi Permata Sari, Faeruzza Athiya, Dunung Waskito Aji, & Lalu Sulthonul Azmi. (2026). Kajian Evaluasi Kelayakan Bangunan Gedung PLN UPL Praya . Jurnal Nusantara Berbakti, 4(2), 39–50. https://doi.org/10.59024/jnb.v4i2.725

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.